About us
Home / About
Tentang Saya: Atta Ul Karim
Atta Ul Karim adalah sosok transnasional yang berhasil menjembatani antara semangat wirausaha dan visi diplomatik. Dengan latar belakang sebagai diaspora yang sukses di Indonesia, ia menjadi figur penting dalam membangun kolaborasi kreatif lintas negara dan menginspirasi generasi muda untuk berperan aktif dalam memperkuat hubungan antarbangsa melalui bisnis, budaya, dan teknologi.

Malik Atta Ul Karim merupakan seorang influencer, pengusaha, dan tokoh publik asal Indonesia kelahiran Pakistan. Ia mendirikan Al-Barkat Karpet pada 2009 di Jakarta Selatan, yang kemudian menjadikannya sebagai salah satu pengusaha karpet terbesar di Indonesia. Atta Ul Karim dinobatkan sebagai 100 CEO terbesar di Pakistan dalam ajang CEO Summit di Bali pada 14 dan 15 Oktober 2024.

Atta Ul Karim lahir di sebuah kota kecil bernama Sargodha di Punjab, Pakistan pada 18 April 1993. Ia merupakan anak ke-3 dari empat bersaudara, dari pasangan Malik Masood Ahmad dan Kausar Parween. Atta Ul Karim menempuh pendidikan SD dan SMP di Pakistan. Sejak umurnya 14 tahun, ia merantau ke Indonesia mengikuti jejak ayahnya untuk melanjutkan usaha menjual karpet yang sudah dirintis sejak 1997.
Atta_Ul_Karim_Potrait
Atta Ul Karim memulai karier bisnisnya pada 2009 dengan membuka usaha karpet Al-Barkat, yang kini tersebar di 13 kota di Indonesia (seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Malang, Balikpapan, Banjarmasin, Medan, Pekanbaru, Makassar). Usahanya ini merupakan kelanjutan dari bisnis karpet orangtuanya yang berdiri sejak 1997 di Jakarta. Karpet yang ia jual berasal dari berbagai negara, seperti Pakistan, Turki, Iran, Afghanistan, Kazakhstan, dan masih banyak lagi. Jenis karpet yang ia jual sangat bervariasi, mulai dari motif hingga bahan baku karpet tersebut. Selain menggeluti bisnis karpet, Atta juga menjadi pengajar kelas fotografi di Jakarta. Atta bahkan pernah menjadi fashion stylist Presiden Joko Widodo pada 2018-2019, yang bertanggung jawab untuk memilih setiap pakaian yang akan dipakai oleh Joko Widodo.

Sejak saat itu, Atta mulai dilirik oleh berbagai media, ia pernah tampil dalam Majalah Inspiratif dengan headline “Atta Ul Karim, Sukses Kembangkan Bisnis Karpet hingga 26 Cabang“, yang terbit pada 1 Oktober 2023. Selain itu, Atta juga mulai aktif dalam dunia diplomasi antara Pakistan-Indonesia, seperti menjadi perwakilan Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta untuk memperingati HUT-RI yang ke-77, pada 17 Agustus 2022.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia berkontribusi dalam merekatkan hubungan antara Indonesia dan Pakistan, karena ia merasa memiliki hutang budi antara kedua negara tersebut, yaitu Pakistan sebagai tanah kelahirannya, dan Indonesia sebagai tempat puncak kesuksesan usahanya.


Untuk merekatkan hubungan kedua negara, Atta Ul Karim mulai mendirikan International Creative Exchange (ICE) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Islamabad, Pakistan, sekaligus menjadi ketua umum ICE pada 7 Juni 2024. Selanjutnya, pada 23 Februari 2025, Atta meluncurkan platform digital www.pakistanindonesia.com untuk menjembatani informasi Indonesia-Pakistan. Di sisi lain, Atta Ul Karim kerap dijadikan sebagai konsultan di bidang digital marketing dan branding. Untuk menjalankan bisnis di bidang ini, Atta memiliki jasa konsultan bernama YukSuksesYuk.Id.
Berbagai Prestasi telah ditorehkan
Atta Ul Karim melalui kerjasama, kolaborasi dan komunitas yang ia kembangkan, telah menoreh segudang prestasi
  • Penghargaan dari Presiden Joko Widodo atas kerjasama dalam pengadaan karpet dengan kualitas Turki, pada 11 November 2019.
  • Penghargaan The Great Indonesia CEO Awards 2023 di Jakarta, pada 16 Maret 2023
  • Penghargaan di ajang The Great CSR Awards 2023 kategori The Most Charitable Manufacturer yang digelar di Kampus Esa Unggul Jakarta, pada 24 Agustus 2023
  • Dinobatkan sebagai Top 100 CEO di Pakistan dalam ajang CEO Summit di Bali, pada 14 dan 15 Oktober 2024
  • Mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pertahanan RI karena kontribusinya dalam mempererat hubungan Pakistan-Indonesia, pada 28 Maret 2025.