Tulus Dekat Ulama

Suatu hari, tepatnya hari Ahad di tahun 2019, adalah hari yang mendebarkan buat saya. Bagaimana tidak, jika biasanya saya kedatangan tamu artis, kali ini saya akan kedatangan seorang ulama besar, ulama yang dikagumi oleh banyak orang karena ilmunya yang luar biasa. Beliau adalah almarhum Syekh Ali Jaber.

Syekh Ali adalah ulama pertama yang saya undang secara khusus untuk datang silaturahmi ke toko. Bagi saya ini sangat spesial; rasanya pun berbeda, tidak seperti kedatangan tamu pada umumnya. Hati ini deg-degan mulai dari mendapatkan konfirmasi bahwa beliau sudah di jalan menuju Al-Barkat dan baru lega setelah bersalaman dengannya. Banyak juga yang tidak percaya bahwa Syekh Ali akan benar-benar datang, termasuk beberapa karyawan di toko. Puji syukur kepada Allah SWT, beliau datang dan silaturahminya berjalan lancar. Syekh Ali menikmati kehadirannya di Al-Barkat, mulai dari menikmati hidangan yang sudah kami sediakan dan menikmati obrolannya dengan kami. Semula Syekh harus pulang sebelum jam 9 malam, sebab beliau harus istirahat cepat. Namun kenyataannya, Syekh baru meninggalkan toko selepas jam 11 malam.

Kami bertukar hadiah. Saya memberikan hadiah yang sengaja tidak mau saya sebutkan, dan Syekh juga memberikan saya hadiah madu dan minyak zaitun. Sebuah malam yang luar biasa.

Setelah peristiwa itu, saya mulai melakukan pendekatan dengan ulama-ulama lainnya. Tujuannya adalah karena di akhirat nanti, ulama termasuk golongan yang mampu memberikan pertolongan. Selain itu, saya mau memberikan pesan untuk anak dan keturunan saya bahwa ayahnya dekat dengan ulama. Upaya pendekatan yang saya lakukan dengan ulama ini tulus sifatnya. Jika dengan artis saya masih berharap ada promo timbal balik atau yang saat ini dikenal dengan istilah endorse, dengan ulama saya tidak berharap apa pun; bisa dekat dengan para ulama saja saya sangat bersyukur.

Setelah Syekh Ali Jaber, barulah saya juga mengundang ulama lain untuk bisa silaturahmi, seperti Ustadz Abdul Somad, Ustadzah Oki Setiana Dewi, Ustadz Maulana, Ustadz Zacky Mirza, Ustadz Kasif Heer, dan masih banyak lagi. Bahkan ada juga ustadz keturunan Pakistan yang sudah lama menjadi seperti saudara bagi keluarga kami. Adalah Ustadz Ahmad Khan yang saya kenal sejak saya berusia belasan tahun, karena beliau merupakan teman dekat Ayah saya.

Pada bulan Ramadan tahun 2022, saya juga pernah membuat konten dakwah dengan para ulama. Total sebanyak 28 ustadz hadir di program ini untuk mengisi program Silaturahmi Ramadan sebanyak 28 episode. Dan menggenapi usia saya 30 tahun ini, saya membuat majelis ilmu yang dinamakan Majelis Al-Barkat. Majelis ilmu yang diadakan setiap bulannya dengan menghadirkan para ustadz yang berbeda untuk tausiyah, di depan para tamu undangan yang diundang secara gratis.

Semoga kegiatan positif ini bisa diselenggarakan secara rutin dan tetap istiqomah sampai waktu yang tidak ditentukan.